mengecilkan-perut

Tips Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan

Secara garis besar, setiap wanita yang telah melahirkan tentu mengalami pelebaran pada perut atau membesarnya perut, perut nampak berlipat, dan juga berat badan yang justru naik dibanding berat badan sebelum hamil. Karena itulah banyak pula para wanita saat mengalami hamil hingga melahirkan ia memiliki tubuh yang lebih gemuk. Karena itulah, para wanita ingin mendapatkan bentuk tubuhnya kembali, terutama di bagian perut.

Untuk bisa mengembalikan perut ke ukuran semula sama seperti sebelum hamil atau ke bentuk tubuh anda semula, maka anda perlu melakukan beberapa hal penting.

Adapun Beberapa Tips Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan Yang Perlu Anda Terapkan Di Rumah Yaitu:

Menjaga bentuk perut

Untuk menjaga keindahan perut atau mengembalikan perut ke ukuran iedeal, maka setelah melahirkan anda bisa mengenakan kurito ibu melahirkan atau dengan mengenakan korset. Korset bisa anda kenakan selama satu minggu atau lebih hingga perut anda kembali pada bentuk semula dan juga mencegah kendurnya perut.

Mengkonsumsi berbagai asupan bernutrisi

Setelah melahirkan tentu anda menjadi ibu yang harus menyusui anaknya. Karena itu anda perlu menjaga asupan makanan anda dengan berbagai makanan bergizi dan bernutrisi. Karena itu anda juga perlu menghindari berbagai makanan berlemak danberkalori sehingga anda tidak mendapatkan berat badan berlebih.

Untuk proses diet anda bisa mengkonsumsi makanan berserat sepert gandum baik roti gandum atau biskuit gandum yang bisa anda gunakan sebagai menu sarapan atau cemilan. Sehingga tubuh anda mendapatkan energi dan karbohidrat cukup dan menghindari anda untuk makan banyak. Anda juga perlu memperbanyak air putih untuk menjaga tubuh anda dan membuat tubuh anda lebih langsing nampak seperti sebelum hamil.

Anda juga perlu menjaga pola makan anda. Sebaiknya jadwal makan adalah sarapan di pagi hari, makan siang, ngemil di sore hari dan juga makan malam. usahakan agar porsi makan anda tidak berlebihan. Anda bisa ganti beras putih dengan beras merah sehingga bisa menurunkan berat badan anda. Adapun makanan yang tidak membuat gemuk dan baik untuk nutrisi si kecil adalah kacang panjang, gandum, kuning telur, susu rendah lemak, ikan salmon dan juga buah kelapa, serta pepaya muda.

Olah raga teratur

Sebagai seorang ibu yang menyusi anda juga perlu melakukan olah raga secara teratur untuk mengembalikan bentuk tubuh anda. Anda juga bisa lakukan olah raga perut secara khusus. Olah raga perut bisa anda lakukan pada minggu-minggu awal setelah melahirkan. Caranya pun mudah cukup dengan berbaring diatas kasur lalu tekuk kaki anda dan telapak kaki harus menyentuh lantai. Maka anda bisa mengangkat keoala anda perlahan serta pundak dengan posisi tubuh harus tetap berbaring dan letakkan tangan atau lipat tangan diatas dada anda. Lakukan berulang agar perut anda menjadi lebih keras dan tidak kendur serta mengurangi lemak di perut.

melahirkan

Apa Tahapan Melahirkan Normal?

Bagi para calon ibu yang sudah tidak sabar ingin memiliki anak, sebaiknya selalu memperhatikan kesehatan anda terutama kesehatan kandungan anda hingga mencapai hari H. Hingga menjelang hari H tentu banyak hal yang perlu anda persiapkan, khususnya persiapan mental. Karena mental anda menjadi faktor utama untuk melahirkan dengan lancar, khususnya melahirkan secara normal tanpa sesar atau operasi.

Karena itu, anda perlu membaca banyak hal tentang proses melahirkan sehingga anda bisa mempersiapkan kondisi mental anda. Begitupun dengan dukungan berbagai asupan makanan yang bernutrisi sangat penting untuk menunjang hari H lebih lancar.

Apa Saja Tahapan Melahirkan Secara Normal?

Nah, terdapat beberapa tahapan melahirkan normal yang dikutip dari  sumber solusisehatku.com, yakni:

Tahapan pertama: fase awal dan fase aktif

Pada tahapan awal ini akan terjadi dua fase. Pada fase awal maka leher rahim akan menjadi semakin tipis dan juga mulai terbuka. pada awal ini akan terjadoi kontraksi ringan yang berlangsung selama 3o bahkan hingga 90 detik. Hingga beberapa saat kemudian darah dan juga cairan lendir akan keluar dari vagina. Selanjutnya rahim akan membuka higga mencapai 4 cm.

Fase yang terjadi untuk proses pembukaan rahim akan terjadi selama beberapa jam mulai dari enam hingga 12 jam. Selanjutnya pada fase aktif maka leher rahim akan melebar lebih cepat hingga mencapai 10 cm. Begitupun anda akan mengalami kontraksi yang lebih lama dan cepat. Pada fase ini pun anda akan merasa tidak nyaman dan beberapa saat kemudian air ketuban akan mulai pecah. Adapun fase aktif ini akan berjalan selama empat hingga delapan jam.

Tahapan kedua: mendorong bayi

Pada tahapan ini maka anda perlu mendorong bayi sehingga bayi bisa lebih mudah keluar.  Dengan dorongan yang kuat dengan mengerahkan seluruh tenaga anda, maka kemudian posisi bayi akan berubah menuju jalan rahim. Hingga kemudian posisi bayi berada di pinggul maka anda bisa mendorongnya kembali dan cara mendorong ini akan datang dengan sendirinya.

Hingga beberapa saat kemudian maka permukaan kulit kepala bayi akan muncul di permukaan vagina dan ketika itu anda akan mulai mendorong lebih kuat. Anda juga akan merasakan kesakitan ketika kepala bayi hendak keluar karena ketika itu jaringan antara vagina dan anus akan meregang. Hingga selanjutnya setelah kepala bayi keluar maka posisi akan menyamping dengan sendirinya dan akhirnya badan bayi pun keluar secara menyeluruh dan anda bisa melihat sang buah hati terlahir ke dunia ini.l

Tahapan ketiga: keluarnya plasenta

Setelah bayi lahir maka anda masih harus menunggu hingga keluarnya plasenta dari mulut rahim. Plasenta ini akan keluar sekitar lima hingga 10 menit. Maka anda pun bisa menyusui anak anda setelah semua proses melahirkan selesai. Proses melahirkan ini membutuhkan waktu cukup lama yakni 10 hingga 20 jam dari awal hingga akhir.